Pages

Ads 468x60px

Labels

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

10 Mei 2014

Cara Buat Website Gratis (bagian 1)

Pertama kali, anda harus belajar membuat website yang paling sederhana. Ikutilah langkah-langkah berikut ini :
* Buatlah file dokumen sederhana dengan menggunakan Microsoft Office Word atau Openoffice untuk Linux.
* Simpanlah dalam bentuk file .html dengan cara klik tombol "save as"lalu pilihlah format html atau web page dan beri nama file tersebut dengan index.html.
* Daftarlah untuk memperoleh account webhosting gratis (www.bravenet.com)
* Selesaikanlah semua proses pendaftaran. Sebagai catatan : Jika anda adalah pengguna selain dari Amerika, maka pilihlah "Trust Teritories" dalam kolom isian "State/Province".
* Verifikasikan pendaftaran anda dengan mengeklik link yang akan dikirimkan ke alamat email anda.
* Masuklah ke account anda dan pilihlah nama subdomain kesukaan anda semisal namaanda.namadomain.com dengan cara mengeklik tombol "Website" lalu klik "Build a new website"
* Pergilah ke menu "Manage website" lalu klik alamat website anda sehingga anda bisa menuju ke menu "File Manager"
* Pilihlah menu "Up load file" untuk meng-up load file index.html dari komputer anda untuk ditransfer ke server.
* Tunggulah beberapa saat sampai semua proses ini selesai seutuhnya.
* Ujilah website perdana anda dengan mengetikkan alamat URL website anda ke browser anda seperti http://namaanda.namadomain.com
* Selamat ...... sekarang anda bisa melihat website perdana anda dan semua orang bisa mengaksesnya juga lewat internet :)
* Jika anda tidak memberi nama file anda dengan index.html maka alamat URL yang harus anda tulis untuk melihat file anda adalah sebagai berikut http://namaanda.namadoamain.com/fileanda.html
* Pelajarilah materi ini berulang kali sampai anda dapat mengertinya dengan baik.

02 Juli 2009

Ujian Cinta

Cinta perlu adanya Ujian
ujian cinta memang aneh
susah, rumit, kompleks

untuk lulus dlm ujian ini
kita perlu belajar
kadang yg sudah mantap belajarnya
kadang juga tdk lulus
gagal dalam ujian
kadang dalam mengerjakan ujian
perlu contekan, tanya sana sini
ada yang PD, optimis
ada yg belajar pagi siang malam
ada yg santai

misalkan lulus, terus mau apalagi setelah lulus
misalkan gagal, ada yg mau mengulang lagi ujian
ada yg gak mengulang, atau berhenti

belajar memang perlu
ihtiar perlu
doa juga perlu
ihtiar - tawakal
semua telah ditentukan
tapi jangan menyerah utk ihtiar dan tawakal
selalu......

15 April 2009

Cut Nya Dien

Cut Nyak Dhien, lahir ing Lampadang, 1848 lan wafate 6 November 1908, ing Sumedang, dimakamké ing Gunung Puyuh, Sumedang, kuwi sawijining Pahlawan Nasional Indonésia saka Aceh kang berjuang nglawan Walanda ing mangsa Perang Aceh. Sawisé wilayah VI Mukim diserang, panjenengané ngungsi, sauntara garwané, Ibrahim Lamnga mèlu perang nglawan walanda. Ibrahim Lamnga tèwas ing Gle Tarum tanggal 29 Juni 1878 kang nyebabaké Cut Nyak Dhien murka lan sumpah bakal numpes Walanda.

Teuku Umar, salah siji tokoh kang nglawan Walanda, nglamar Cut Nyak Dhien. Wiwitané Cut Nyak Dhien nulak, nanging amarga Teuku Umar ngidinaké mèlu perang, Cut Nyak Dhien setuju palakrama ing taun 1880 kang nyebabaké moral pasukan perlawanan Aceh tansaya ningkat. Tembé mburi Teuku Umar lan Cut Nyak Dhien kagungan putra kang asmané Cut Gambang. Sawisé nikah karo Teuku Umar, panjenengané bebarengan karo Teuku Umar nerusaké paperangan nglawan Walanda, nanging, Teuku Umar gugur wektu nyerang Meulaboh ing tanggal 11 Februari 1899, saéngga panjenengané berjuang dhéwé ing pedalaman Meulaboh karo pasukané. Cut Nyak Dien wektu semana wis tuwa lan duwé penyakit encok lan rabun, saéngga siji anakbuahé aran Pang Laot nglaporaké awit krasa mesakaké. Wusanané Cut Nyak Dhien dicekel lan digawa menyang Banda Aceh, kangggo dirawat lan penyakité wiwit mari, nanging, panjenengané banjur nambah semangat perlawanan rakyat Aceh sarta isih kekanthèn karo para pejuang Aceh kang durung kecekel, saéngga Cut Nyak Dhien banjur dipindah menyang Sumedang, Jawa Kulon, lan sabanjuré séda ing tanggal 6 November 1908 lan disarèkaké ing Gunung Puyuh, Sumedang.

06 April 2009

Fatwa MUI terhadap Bisnis MLM

Selain itu perlu kiranya dicermati beberapa isu syariah pada bisinis MLM diantaranya sebagaimana yang disoroti oleh MUI DKI dalam Fiqh Indonesia Himpunan Fatwa MUI DKI Jakarta (hal: 288) adalah;
  1. Barang-barang yang diperjualbelikan dalam sistem MLM menggunakan harga yang jauh lebih tinggi dari harga wajar, maka hukumnya haram karena secara tidak langsung pihak perusahaan telah menambahkan harga yang dibebankan kepada pihak pembeli sebagi sharing modal dalam akad syirkah (kemitraan) mengingat pembeli sekaligus akan menjadi member perusahaan yang apabila ia ikut memasarkan akan mendapat keuntungan estafet. Dengan demikian praktek perdagangan MLM juga mengandung unsur kesamaran atau penipuan karena terjadi kekaburan antara akad jual beli, syirkah dan mudharabah, karena pihak pembeli sesudah menjadi member juga berfungsi sebagai pekerja yang memasarkan produk perusahaan kepada calon pembeli atau member baru.
  2. Jika calon anggota mendaftar ke perusahaan MLM dengan membayar uang tertentu, dengan ketentuan dia harus membeli produk perusahaan baik untuk dijual lagi atau tidak dengan ketentuan yang telah ditetapkan untuk bisa mendapatkan point atau bonus. Dan apabila tidak bisa mencapai target tersebut maka keanggotaannya akan dicabut dan uangnya pun hangus. Hal ini diharamkan karena mengandung unsur gharar yang sangat jelas dan kedzaliman terhadap anggota.
  3. Jika calon anggota mendaftar dengan membayar uang tertentu, tapi tidak ada keharusan untuk membeli atau menjual produk perusahaan, dia hanya berkewajiban mencari anggota baru dengan cara seperti diatas, yakni membayar uang pendaftaran. Semakin banyak anggota maka akan semakin banyak bonusnya. Ini merupakan salah satu transkasi berbasis riba karena menaruh uang diperusahaan tersebut kemudian mendapatkan hasil yang lebih banyak semacam money game. Sebagaimana kasus perusahaan MLM yang melakukan kegiatan menjaring dana dari masyarakat untuk menanamkan modal disitu dengan janji akan diberikan bunga dan bonus dari modalnya dengan memutarnya diantaranya pada investasi ribawi seperti deposito perbankan konvenisonal. Ini jelas hukumnya haram karena mengandung unsur riba.
Adapun bisnis yang dilakukan memenuhi unsur syariah yaitu bebas dari unsur-unsur haram diantaranya:
  • Riba (Transaksi Keuangan Berbasis Bunga); Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu yang paling ringan adalah semacam dosa seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri” (HR. Ahmad 15/69/230, lihat Shahihul Jami 3375)
  • Gharar (Kontrak yang tidak Lengkap dan Jelas); Dari Abu Hurairah ra. berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melarang jual beli gharar”. (HR. Muslim)
  • Penipuan (Tadlis/Ghisy); Dari Abu Hurairah ra. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melewati seseorang yang menjual makanan, maka beliau memasukkan tangannya pada makanan tersebut, ternyata beliau tertipu. Maka beliau bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang menipu”. (HR. Muslim 1/99/102, Abu Dawud 3435, Ibnu Majah 2224)
  • Perjudian (Maysir atau Transaksi Spekulatif Tinggi yang tidak terkait dengan Produktifitas Riil); Firman Allah Ta’ala: “Hai orang-orang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan syaithan maka jauhilah.” (QS. Al-Maidah: 90)
  • Kedhaliman dan Eksploitatif (Dzulm). Firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil…” (QS. An-Nisaa:29)
  • Barang/Jasa yang dijual adalah berunsur atau mengandung hal yang haram. Dari Ibnu ‘Abbas ra. berkata : ”Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, maka Dia pasti mengharamkan harganya”. (HR. Abu Dawud dan Baihaqi dengan sanad shahih)

INGAT PESAN RASULULLAH SAW

Rasulullah saw :

“Janganlah kalian membuat bahaya pada diri sendiri dan orang lain.”
(HR. Ibnu Majah dan Daruquthni).

“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan diantara keduanya ada hal-hal yang syubhat di mana sebagian besar manusia tidak tahu. Barangsiapa menjaga dari syubhat maka telah menjaga agama dan kehormatannya dan barangsiapa yang jatuh pada syubhat berarti telah jatuh pada yang haram.”
(HR. Bukhari dan Muslim).


Dan sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib ra.:

“Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan untuk melakukan pada sesuatu yang tidak meragukan.”
(HR Tirmidzi dan Nasai).

17 Februari 2009

Dunia Lebah



Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal karena suka hidup berkelompok meskipun sebenarnya tidak semua lebah bersifat demikian. Semua lebah masuk dalam suku/familia Apidae (ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika.
Lebah mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari malam yang terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.
Cara Hidup
Serangga betina memiliki peran penting dalam kelompok serangga ini. Perilaku dari lebah sangat ditentukan oleh perilaku dari lebah betina. Beberapa lebah betina dari spesies tertentu hidup sendiri (soliter) dan sebagian lainnya dikenal memiliki perilaku sosial. Lebah soliter membangun sendiri sarangnya dan mencari makan untuk keturunnya tanpa bantuan lebah lain dan biasanya mati atau meninggalkan sarang pada saat keturunnya belum menjadi lebah dewasa. Kadang kala beberapa spesies lebah soliter memberi makan dan merawat anaknya tanpa memberikan cadangan makanan bagi anaknya, bentuk hubungan seperti ini dikenal dengan istilah subsosial. Sementara pada tahap lebih tinggi, lebah hidup berkelompok dan saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk fisik masing-masing. Dalam suatu kelompok (disebut "koloni") terdapat tiga "kasta", yaitu:
Setiap kasta lebah mempunyai tugas masing-masing. Lebah ratu hanya satu ekor dalam setiap koloni dan mengawal semua kegiatan lebah betina dan lebah jantan. Komposisi kromosomnya diploid sehingga dapat menghasilkan keturunan. Badannya lebih besar karena sejak masih dalam bentuk larva ia diberi makan royal jelly yang kaya akan khasiat. Tugas utamanya ialah kawin dan bertelur. Lebah ratu yang aktif mampu bertelur kira-kira 2.000 butir sehari. Harapan hidup lebah ratu ialah tiga tahun.
Lebah betina atau lebah pekerja mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Madu merupakan produk hasil pengolahan makanan ini dalam tubuhnya dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan, termasuk untuk larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas membersihkan sarang dan menjaga anak-anak lebah. Harapan hidup lebah pekerja ialah tiga bulan atau lebih sedikit. Lebah betina terbentuk tanpa melalui perkawinan ("partenogenesis") dan mandul (steril) karena hanya memiliki satu set kromosom (haploid).
Lebah jantan bertugas mengawini lebah ratu dan akan mati setelah kawin. Lebah jantan merupakan lebah hasil perkawinan (sehingga diploid) yang diberi makanan nektar dan madu biasa (bukan "royal jelly").
Terdapat pula lebah yang hidup menyendiri, tidak dalam kelompok. Jenis lebah yang demikian disebut lebah soliter.
Siklus Hidup
Lebah menjalani metamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan:
  1. telur;
  2. larva;
  3. pupa (kepompong);
  4. imago (lebah dewasa).
Telur yang menetas akan menjadi larva. Pada tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpul oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan seterusnya menjadi anak lebah.

19 Januari 2009

MALAIKAT JUGA TAHU (dewi lestari)

Lelahmu jadi lelahku juga

Bahagiamu bahagiaku pasti

Berbagi takdir kita selalu

Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku

Membuktikan padamu ada cinta yang nyata

Setia hadir setiap hari

Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat

Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan

Namun kasih ini silakan kau adu

Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam

Oleh pacar impian

Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna

Tapi siap untuk diuji

Kupercaya diri.. Cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat

Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan

Namun kasih ini silakan kau adu

Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta tuk terus kutemani

Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti

Relakan ku pergi.. Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat

Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan

Namun kasih ini silakan kau adu

Malaikat juga tahu.. Aku kan jadi juaranya


Koleksi Dewi Lestari yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu
Busby Seo Test

14 Januari 2009

17 Agustusan

Perayaan yang selalu dimeriahkan oleh semua rakyat Indonesia.
Tak ketinggalan di daerah aku dilahirkan Jepara, yang terkenal dengan nama Kota Ukir.
Ini hanya sekedar catatan, yang tidak perlu dikenang


Ini pertama kali Bidadari ku ikut dalam acara 17 Agustus 2008
Bidadari yang masih TK

Belajar interaksi dengan teman seusianya
Semangatnya untuk masuk sekolah
Yang tak ingin ketinggalan,
terlambat masuk sekolah
Cerita tentang teman-temannya yang ini, itu, dll




Baru dua minggu di bangku TK
Terpilih si Bidadari ku, yang lucu,

Ikut dalam drumband
Semangatnya, kebahagiaannya yang luar biasa
Tiap sore, latihan demi latihan drumband
Sampai rasa capek yang tak
dirasa

03 Desember 2008

Berbagi Ilmu Pengetahuan

Berawal dari pengalaman, berbagi ilmu, belajar dari mana saja, tanpa batas waktu dan tempat, tak harus menunggu hari esok....

Ada sebuah layanan/situs yang dapat membantu dalam belajar bagi peserta didik, yaitu di http://oke.or.id/ bisa klik disini.

Buku-buku Sekolah Elektronik (BSE) tersebut bisa sebagai bahan tambahan untuk belajar lebih optimal.

18 November 2008

Cara Buat Website Gratis (bagian 1)

Pertama kali, anda harus belajar membuat website yang paling sederhana. Ikutilah langkah-langkah berikut ini :
* Buatlah file dokumen sederhana dengan menggunakan Microsoft Office Word atau Openoffice untuk Linux.
* Simpanlah dalam bentuk file .html dengan cara klik tombol "save as"lalu pilihlah format html atau web page dan beri nama file tersebut dengan index.html.
* Daftarlah untuk memperoleh account webhosting gratis (www.bravenet.com)
* Selesaikanlah semua proses pendaftaran. Sebagai catatan : Jika anda adalah pengguna selain dari Amerika, maka pilihlah "Trust Teritories" dalam kolom isian "State/Province".
* Verifikasikan pendaftaran anda dengan mengeklik link yang akan dikirimkan ke alamat email anda.
* Masuklah ke account anda dan pilihlah nama subdomain kesukaan anda semisal namaanda.namadomain.com dengan cara mengeklik tombol "Website" lalu klik "Build a new website"
* Pergilah ke menu "Manage website" lalu klik alamat website anda sehingga anda bisa menuju ke menu "File Manager"
* Pilihlah menu "Up load file" untuk meng-up load file index.html dari komputer anda untuk ditransfer ke server.
* Tunggulah beberapa saat sampai semua proses ini selesai seutuhnya.
* Ujilah website perdana anda dengan mengetikkan alamat URL website anda ke browser anda seperti http://namaanda.namadomain.com
* Selamat ...... sekarang anda bisa melihat website perdana anda dan semua orang bisa mengaksesnya juga lewat internet :)
* Jika anda tidak memberi nama file anda dengan index.html maka alamat URL yang harus anda tulis untuk melihat file anda adalah sebagai berikut http://namaanda.namadoamain.com/fileanda.html
* Pelajarilah materi ini berulang kali sampai anda dapat mengertinya dengan baik.

Begitu Dahsyatnya Sedekah !

Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Allah SWT
menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"

Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"

Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"

Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.

Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas? Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur.

Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.

Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka.

Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira.

Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.

Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.

Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).

Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, "Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah."

"Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan," jawab Rasulullah.

Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. "Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya," ujarnya.

Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na’im telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!

Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan, sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini.***

Sumber bahan dari Manajemen Qolbu (Aa Gym)

26 Oktober 2008

AGAR JABATAN JADI SARANA IBADAH

Agar jabatan yang dimiliki menjadi sarana ibadah, maka perlu diperhatikan cara mendapatkannya, diantaranya adalah :
1. Tidak berlaku Zalim
Sesuai dengan Al-Qur'an dalam Surat Al-Baqarah, ayat 279.
2. Tidak dengan cara yang bathil, misalnya suap-menyuap (risywah)
Sesuai dengan Al-Qur'an dalam Surat Al-Baqarah, ayat 188.
3. Tidak dengan rekayasa negatif, memfitnah dan cara-cara yang tidak benar lainnya.
Sesuai dengan Al-Qur'an dalam Surat Al-HUjuraat, ayat 11-12.

03 Juni 2008

belajar sebuah blog

cobalah dengan blogger.com
mudah dan cepat

Dapatkan Uang dengan Join disini, GRATIS

Dukungan ku pada Indonesia

Cari Uang di Internet, klik disini

 

Sample text

Sample Text

Sample Text